Cara Konfigurasi FTP Server


File Transfer Protocol (FTP) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu network yang menggunakan protocol TCP. TCP dipakai sebagai protocol transport karena protocol ini memberikan garansi pengiriman dengan FTP yang dapat memungkinkan user mengakses file dan direktori secara interaktif. Dua hal yang penting dalam FTP adalah FTP Server dan FTP Client. FTP server adalah suatu server yang menjalankan software yang berfungsi untuk memberikan layanan tukar menukar file dimana server tersebut selalu siap memberikan layanan FTP apabila mendapat permintaan (request) dari FTP client. FTP client adalah komputer yang merequest koneksi ke FTP server untuk tujuan tukar menukar file. Setelah terhubung dengan FTP server, maka client dapat men-download, meng-upload, me-rename, men-delete, dll sesuai dengan permission yang diberikan oleh FTP server. Tujuan dari FTP server adalah sebagai berikut:

a.       Untuk tujuan sharing data
b.      Untuk menyediakan indirect atau implicit remote komputer
c.       Untuk menyediakan tempat penyimpanan bagi user
d.      Untuk menyediakan transfer data yang reliable dan efisien

Berikut ini adalah langkah-langkah konfigurasinya :



1. Siapkan DVD ISO Debian 6
2. Hidupkan Debian 6 pada Virtual Machine
3. Login menggunakan root
4. Ketik apt-cdrom add untuk membaca isine ISO Deb 6
5. Setting IP address sesuai skenario, neng kene aku dapet jatah 192.168.13.1 sebagai server dan192.168.13.2 sebagai client ya :) Pastikan semua terhubung dengan baik .



6. Setelah itu kita install paket FTP Server, ketik perintah apt-get install proftpd, mucul pilihan from inetd dan standalone, pilih standalone



7. Akses alamat ftp://ip.address.server/ pada browser client. Disini kami mengakses alamat ftp://192.168.13.1/ yaa kakak. Jika sudah muncul permintaan login seperti gambar dibawah ini, berarti instalasi sudah berhasil.



8. Setelah login maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini, semua sih gak selalu sama. Tergantung di usermodnya kemana ;)



9. Cek direktori home pada server Debian, jika ada perubahan bertambah folder ftp seperti gambar dibawah ini berarti instalsai sudah berhasil jugaa 




10. Cek user yang ada di system pada file /etc/passwd dengan ketikkan perintah nano /etc/passwd



11. Kemudian login menggunakan user biasa saat login system. 



12. Perhatikan, isi direktori yang ditampilkan oleh ftp server. Direktori tersebut berada pada /home/ftp



13. Coba klik parent direktori atau untuk membuka direktori sebelumnya. Semua file system akan ditampilkan. Tentunya itu akan membahayakan, maka kita set agar tidak bisa ditampilkan lagi



14. Edit file /etc/proftpd/proftpd.conf dengan ketikkan perintah nano /etc/proftpd/proftpd.conf. Temukan baris # DefaultRoot ~ Hilangkan tanda pagar didepannya dan simpan file konfigurasi.



15. Restart FTP dengan perintah /etc/init.d/proftpd restart atau service proftpd restart



16. Langkah dibawah ini untuk membuat FTP kita menjadi anonymous. Caranya ketikkan perintah nano /etc/proftpd/proftpd.conf. Temukan baris anonymous, hilangkan tanda pagarnya sampai yang paling bawah.



17. Setelah itu restart prftpd dengan perintah /etc/init.d/proftpd restart atau service proftpd restart



18. Akses kembali pada client, jika sudah tidak menggunakan login maka konfigurasi anonymous sudah berhasil.




19. Pada direktori /home/ftp terdapat file welcome.msg. Kemudian coba buat folder didalamnya, akses kembali browser di client






20. Misal kita ingin merubah home direktori user ftp ke dalam direktori /var/www maka ketikkan perintah usermod -d /var/www/ ftp. Setelah itu refresh kembali browser di client



21. Install software filezilla pada client, isikan kolom host dengan ip address server dan username dengan anonymous. ketika ada opsi pilih yang bawah.



22. Coba upload file, caranya pilih file yang akan diupload kemudian klik kanan dan upload











  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar